- Jangan sia-siakan kesempatan karena tidak semua orang mendapatkannya, Jangan mengambil yang hak kita, karena kita tidak mau hak kita diambil orang lain, dan berusaha untuk sebuah hasil yang diiinginkan. M Rapi
- Bila Kita membantu orang lain, maka kita harus membantunya dengan ikhlas dan tidak meminta imbalan sepersenpun kepada orang yang kita bantu. Hasby
- Jujur dan ikhlas adalah jalan terbaik untuk kesuksesan, banyak orang yang hidup yang serba kekurangan tetapi kita tidak bisa membuat kekurangan menjadi sebuah alasan untuk melakukan sesuatu yang baik. Rais
- Bersabar adn ikhtiarlah karena kesuksesan itu tidak datang secara insatan, karena mencapai tujuan itu tidak datang secara langsung, tetapi harus bersabar dan ikhtiar. Faiz
- Jangan mengambil yang bukan hak kita, walaupun itu hal kecil, Jangan menyepelekan hal kecil mungkin dari hal kecil itu yang bisa merubah hidup kamu. Kejujuran tidak akan membuatmu miskin. Rajib
- Kita harus mensyukuri kehidupan sendiri yang masih bisa sekolah, diluar sana banyak orang yang tidak bisa sekolah, dikarenakan ekonomi yang tidak mencukupi, lantas kenapa kita yang bisa sekolah melalaikannya, dan ambil hikmahnya dari ayah Abby, ketika kita menemukan barang orang lain janganlah engkau mengambilnya, atau memakannya. Fajar Hamdani
- Berjuang apa yang kamu inginkan, Tetap berjuang dengan segala rintangan untuk apa yang membuatmu sukses. Sani Awaliyah
- Janganlah Kami mengambil hak orang lain meskipun kamu benar-benar sedang membutuhkannya. Tetaplah berusaha meskipun banyak rintangan, kegagalan yang dialami, karena percayalah hasil yang kamu inginkan akan kamu dapatkan katika kamu berusaha dengan sungguh-sungguh. Eri Destriana
- Jika kita mempunyai keinginan, maka bersabarlah, pasti suatu saat kamu akan mendapatkannya, ketika itu sudah menjadi takdir kita.
- Bersabar dengan masalah yang dihadapi niscaya Kelelahan kita akan terbayarkan oleh kesabaran kita. dan kita meski berusaha niscaya usaha tidak akan menghianati hasil. SIndi Laelasari
- Jujur tanpa ada niat mengambil hak orang lain, adalah kejujuran yang sesungguhnya. Dwi.
- Tetaplah berjuang walaupun lelah karena keberhasilan tidak akan tertukar.Nurul Pitri
- perjuangan tidak akan mengecewakan hasil. AiniBersabarlah, hasil itu akan menjadi takdir terbaik dari Allah Yang maha Baik. Sofa
- Bersabarlah karena Allah tidak akan membeikan musibah berat jika kita tidak bisa menghadapinya. Azka Tazkiatun Nafisah
- Membantu Orang yang dibawah akan membuatmu menjadi rendah. Nazfa
- Kita Harus Bersabar. Pini Ristiani
- Jadilah Orang Yang Jujur, karena jujur itu akan ada rezekinya. Nafilah
- Anak Sekolah karena ingin membahagiakan orang tua. Alma
- Bersabar, Jujur, jangan gampang menyerah, gigih, selalu semangat, jangan mengambil hak orang lain, penolong. Dinar
- Ayah berusaha untuk menyekelohkan anaknya. Haura
- Pertolongan akan datang disaat kita sabar dalam menghadapai ujian dari Allah, Allah memberi pertolongan melalui kita untuk orang yang membutuhkan, dan kita harus selalu bersyukur atas apa yang diberikan Allah kepada Kita. Nayla Zahwa
- bekerja keras, ayah yang hebat berjuang demi anaknya, ayah penyabar dan menjadi anak yang mengerti. rasti
- Jujur tidak menyepelekan yang ada disekitar kita, karena tidak tahu pa yang akan terjadi di masa depan, bisa jadi kita berada di posisi yang paling bawah daripada orang yang kita rendahkan. Orang tua kita tidak pernah menyerah berusaha demi anaknya, dan anak yang baik ketika dia mengerti keadaan dan kondisi orang tua. menolong diwaktu kita butuh pertolongan adalah ciri hati yang baik sesugguhnya. Rizki Putri Humanisa.
- Pada dasaranya semua ayah akan berjuang dan mencari nafkah untuk keluarganya, dan jangan hawatir karena Rezeki pada dasarnya sudah diatur. bersabarlah dan ikhtiarlah.
- Jangan menghianati orang tuam tetapi harus berbakti kepada nya, taati perintahnya. Alvi.
- Kejujuran dan keikhlasan adalah jalan terbaik menuju kesuksesan. Abdul Karim
- Rohmat mau seperti ahanya Aby.Jujur, patuh, penyabar. Rahmat
- ayah ingin melihat anaknya sukses di masa depan. melakukan kebaikan dengan ikhlas tanpa meminta imbalan tidak akan membuatmu miskin/rugi. Syahla
-
BERSAMA DALAM KEBERSAMAAN
Pelaksanaan Pembinaan dalam rangka penyegaran dan peningkatan pelayanan kepada siswa demi terciptanya sekolah yang cerah dan mencerahkan, membahagiakan
-
BERSAMA SISWA
Dalam rangka akhir kegiatan, ditunjukan untuk menikmati kebersamaan
-
BERKAH BERSAMA AL-QUR'AN
Keberkahan ketika kita bisa membuat orang tua kita meneteskan air mata karena kesolehan putra-putrinya
-
BERBAKTI TIDAK HANYA PEDULI
Belajar adalah aktivitas untuk menjadi diri yang dinanti dan selalu bermanfaat baik bagi diri dan masyarakat sekitar
-
WISUDA TAHFIDZ
Kegiatan Wisuda Pecinta Al-Qur'an (Palaq) yang dilaksanakan oleh Hikmat SMA Muhammadiyah Wanaraja, oleh Bapak H Dadang Saepulloh, S.Ag (alm)
AMBILAH HIKMAH
JANGAN MENUNTUT ILMU UNTUK MENCARI KEDUNIAWIAN SEMATA
Jika niatmu belajar semata-mata untuk menghidupkan syari’at Nabi Muhammad SAW dan membersihkan akhlakmu serta mengalahkan nafsu amarah yang selalu mengajak pada perbuatan jahat, engkau tentu akan merasakan kebahagiaan dan keuntungan.
Benar apa yang dikatakan orang yang melagukan syair : Tidak terpejamnya mata dalam beberapa malam untuk tujuan selain Allah adalah sia-sia Menangisnya mata untuk tujuan selain Allah adalah tiada guna.
Wahai Anaku, hiduplah menurut apa yang engkau kehendaki, tetapi ingatlah bahwa engkau pasti akan mati. Bersenang-senanglah terhadap apa yang engkau inginkan, tetapi ingatlah dirimu pasti berpisah denganya. Lakukanlah perbuatan sesuka hatimu, nanti engkau akan merasakan akibatnya (pembalasannya).
Wahai Anaku, apa yang engkau hasilkan dari mempelajari suatu ilmu, seperti kalam, Ilmu Khilaf, ilmu kedokteran, ilmu kumpulan syair, ilmu nujum, ilmu arudl, ilmu nahwu dan ilmu sharaf. mana diantara ilmu–ilmu tersebut yang tidak menyia-nyiakan umur, maksudnya bisa digunakan untuk mencapai derajat tinggi di sisi Allah?.
Aku tahu ada keterangan dalam kitab Injil Nabi Isa As yang mengatakan : “sejak mayit diletakan diatas keranda sampai diletakan di tepi kubur, ia mendapat 40 pertanyaan mengenai sifat keagungan Allah. Pertanyaan pertama berbunyi : “Wahai hamba-Ku, kamu telah menyenangkan pandangan sesama makhluk (Riya’) selama beberapa tahun, tetapi engkau tidak perah menyenangkan pandangan-Ku walau hanya sekejap. Setiap segala sesuatu yang engkau lakukan untuk selain-Ku, padahal dirimu diliputi oleh kabaikan dari-Ku. Apakah engkau masih belum sadar dan tidak mengerti?”
Wahai anaku, ilmu tanpa amal adalah gila, sedangkan amal tanpa ilmu itu tidak akan berhasil. Ketahuilah, ilmu yang tidak bisa menjauhkan dirimu dari dunia ini berarti tidak bisa menjauhkanmu dari kemaksiatan dan tidak dapat mendorongmu semakin taat kepada Allah. Ilmu seperti ini juga tidak bisa menyelamatkanmu dari Jilatan neraka Jahannam.
Jika ilmumu tidak kauamalkan pada hari ini sampai terlewatkan dalam ebebrapa hari, tentu pada hari kiamat nanti engkau akan berkata:
“kembalikan
aku ke dunia! Aku akan melakukan amal shalih.” Lalu dikatakan kepadamu :”Wahai
orang bodoh, kamu datang kemari berasal dari dunia itu.”
CERDAS DIWAKTU YANG TERBATAS
AMALAN CERDAS DIWAKTU TERBATAS
Waktu yang Indah, Alhamdulillah bisa bertemu dengan orang-orang soleh solehah. semoga Allah menjadikan keluarganya sakinah, rejeki yang berkah dan melimpah, keturunan yang soleh solehah, ilmu yang bermanfaat, dan Usia yang berkat. Aamiin
Ramadhan
itu bulan yang penuh Berkah. Berkah itu adalah mampu mendatangkan kebaikan.
Maka bulan yang berkah itu manusia bisa menambah rutinitas ibadahnya, menambah
ketaatannya, menambah kekhusyuannya ibadah kepada Allah.
Ramadhan
Datang kepada kita, tapi ketika datang tidak kita sambut, tidak kita jamu,
tidak kita service, tidak kita isi dengan ibadah dengan yang terbaik, maka
rugilah dia/celakalah dia. Ramadhan pergi kita belum mendapatkan apa-apa, dosa
pun malah bertambah. Na’udzu billah.
Al-Baqarah ayat 183, Allah memanggil dengan panggilan
kesayangan, bukan hai manusia, bukan hai manusia yang muslim. Tetapi Allah
memanggil dengan “wahai orang-orang yang beriman”. Kewajiban Puasa itu supaya
kita yang beriman mendapatkan gelar taqwa.
Taqwa
secara bahasa adalah takut yang tertanam
dalam diri kita. Yang otomatis akan menjalankan semua perintah Allah dan
menjauhi semua larangannya, sehingga supaya gelar Taqwa diraih pada bulan ini,
maka kita akan mencari dan berusaha untuk meraih keridloan-Nya. Sehingga Taqwa
adalah melaksanakan semua perintah Allah, dan menjauhi semua larangannya.
Lalu,
apa yang kita cari pada bulan ini, tertera dalam Surat Al-Fajr. Yang kita cari
adalah Jiwa yang tenang : Muthmainnah adalah harapan kita, ketika bertemu
dengan Allah. Allah Ridlo dan kita Ridlo, akhirnya masuk kedalam tempat yang
diridloi Allah yaitu Syurga.
Apa
yang bisa kita lakukan untuk meraih keridloanNya, untuk mendapat stempel Taqwa.
amal cerdas di waktu terbatas
1. Puasa.
Puasa
nya adalah tetapi puasa kelas 2, karena puasa itu ada 3 kelas yaitu pertama
puasa orang awam yang hanya menahan lapar dan haus.
Yang kedua
adalah puasanya orang khusus yaitu tidak hanya perut yang berpuasa, tetapi
telinganya, lisannya, matanya kakinya dijaga, ketika ada maksiat mendekati
mereka bilang “Inni Shoimun”
Yang ketiga
itu kelas orang istimewa yaitu pikirannya, hatinya hanya Allah semata, yaitu
para Sahabat, Tabi’iin. Sahabat Nabi SAW pada bulan Ramdhan Siang hatam 1 x,
malam 1x, sehingga satu hari hatam al-qur’an sebanyak 2 x.
2. Sholat
Malam.
“”Barang
Siapa yang sholat malam di Bulan Ramadhan karena iman dan ihtisaban, Allah akan
mengampuni dosa-dosanya masa lalu.
Sebagai
simulasi. Jiwa itu seperti kain putih. Pertama
jiwa manusia ada yang seperti tisu putih bersih atau kain putih bersih, dijaga,
supaya tetap bersih, dan akhirnya ketika diambil pemiliknya maka masih tetap
bersih, dalam keadaan suci dan masuk Syurga.
Jiwa kedua seperti tisu /kain yang digunakan
akhirnya kotor, dipaksa berbuat dosa, maksiat ,tetap Allah memberikan
kesempatan untuk mencucinya, sebelum pemiliknya memanggilnya, maka is gunakan
kesempatan itu untuk emmbersihkan kain tersebut.
Jiwa
yang ketiga adalah kain yang kotor, tetapi ketika ada kesempatan untuk
mencucinya sampai beersih, sehingga belum sempat dicuci kemudian diambil, maka
kain itu kembali kepada pemiliknya dengan keadaan kotor.
3. Tilawah.
Membaca
Al-Qur’an itu mengeluarkan potensi negative, maka usahakan ketika membaca
AL-Qur’an jauhkan dengan sesuatu yang bias mengganggunya seperti gadget.
Bacalah alqur’an dengan focus sesuai dengan target kita apakah mau satu hari satu
lembar, atau satu hari satu juz.
Membaca
Al-Qur’an menjadi indikasi keimanan kita kepada Allah, ketika tak mau
berlama-lama dengan al-Qur’an mungkin iman kita sedang udzur, ketika betah
berlama –lama dengan al-Qur’an berarti iman kita sedang sehat. Dan itu kita
sendiri yang bias mengetahuinya, maka yuk berinstropeksi iman kita dengan
al-Qur’an. Pegang, tatap, lafadzkan, hapalkan, itu semua mendapatkan pahala. Maka
carilah cara untuk berinteraksi dengan al-Qur’an
4. Sedekah.
Tidak
ada kata nanti, tidak ada kata nunggu, tetapi sedekah Rasulullah itu fast,
ngabelesat. Apalagi di bulan Ramadhan berlipat gandakan.
Jalan kebaikan
seperti mendaki, jalan kesyurga itu
penuh dengan kesusahan, kesulitan.Allah mengetahui bahwa manusia itu
suka bermegah-megahan, suka mengumpulkan harta. Sedekah itu seperti kita mendaki,
karena sedekah itu sulit, semakin sulit maka semakin besar pahalanya. Jalan mendaki
tidak disukai orang , tidak dilalui yang lain. Diantara jalan mendaki itu adalah
- Memerdekakan kesulitan orang lain
- Memberi makan disaat kelaparan
- Memberi santunan kepada yatim yang
masih ada hubungan kerabat. (pahala sedekah dan pahal silaturahim)
- Memberi miskin yang sangat fakir.
5. Service
terbaik kepada Keluarga.
Menyiapkan
makanan, berbuka yang terbaik, sahur yang terbaik, berdo’a bersama-sama
menjelang buka. Semua itu dilakukan supaya keluarga bahagia. Istri service
kepada suami, begitu juga suami memberikan pelayanan kepada istrinya.
huwallahu
a’lam bishowab
Hikmah Shaum Ramadhan
Anapon ari nurutkeun istilahmah nyaeta
هو التعبد لله تعالى بالإمساك بنية: عن الأكل، والشرب، وسائر المفطرات، من طلوع الفجر الثاني إلى غروب الشمس، من شخص مخصوص، بشروط مخصوصة
“Ibadah ka Gusti Allah ta’ala dibarengan ku niat, jeung nahan diri tina barang dahar, nginum, jeung sakabeh anu matak ngabatalkkeun shaum, timimiti fajar kadua nepi ka surupna panon poe, anu dilakukan ku jalma anu tangtu kalawan syarat-syarat anu tangtu.” [Ash-Shiyaamu fil Islam, hal. 8]
Puasa Ramadhan nyaeta salahsahiji rukun Islam anu hukumna wajib kalawan dalil Al-Qur’an, As-Sunnah jeung ijma’ (kesepakatan sakabeh ulama).
Allah ta’ala humatur,
يأَيُّهَا الَّذِينَءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ َ
“Hai jalma jalma anu iman, geus diwajibkeun ka aranjeun kabeh puasa, sakumaha geus diwajibkeun ka jalma jalma tisamemeh aranjeun kabeh supaya aranjeun kabeh kagolong keun jalma jalma anu taqwa. ” [Al-Baqoroh: 183]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ngadawuh,
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ، شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ الله، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ، وَحَجِّ الْبَيْتِ
“Islam diadeggeun ku lima rukun: Syahadat Laa ilaaha illallaah jeung Muhammad Rasulullah, ngadegeun sholat, ngaluarkeun zakat, puasa Ramadhan jeung ngalaksanakeun haji ka baitullah.” [HR. Al-Bukhari , Muslim ti Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, jeung lafaz ieu milik Muslim]
Sajarahna Puasa
Puasa disyari’atkan dina tahun ka-2 Hijriyah, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam anjeunna ngalakonan puasa salapan kali Ramadhan, ari tahapannana diwajibkeunnana;
Kahiji: Diwajibkeun dina mimitinamah dimeunangkeun milih, naha rek puasa atawa rek mere kadaharan dina sapoena ka saurang jalma miskin, kalawan dibarengan motivasi ngalakonan puasa. Kedua: Diwajibkeun puasa, kalawan make aturan upama jalma anu keur ngalakonan puasa kasaerean sememeh buka, maka haram hukumna kaeta jalma nep ika engke peuting. Katilu: Diwajibkeun puasa, timimiti bijil fajar kedua nepi kasurup panon poe, puasa ieu anu kapilih nepikeun ka poe kiamat.
Hikmah Puasa
Diantara hikmah jeung manfaat ibadah puasa nyaeta;
- Puasa mangrupakeun sarana pikeun ngaraih kataqwaan ka Alloh SWT, sakumaha dawuhan Anjeunna dina Al-quran surat Albaqoroh ayat 183
- Puasa ngajadikeun sarana mensyukuri nikmat.Alloh SWT
- Puasa ngalatih diri pikeun nahan hawanafsu jiwa, ngalembutkeun hate jeung ngadalikeun syahwat
- Puasa muserkeun perhatian hate pikeun dzikir jeung berfikir kana keagungan Alloh SWT
- Puasa ngajadikeun jalma beunghar beuki faham kana akbarna nikmat Allah kadirina
- Puasa nimbulkeun sikap nyaah jeung deudeuh oge berehan ka jalma anu miskin
Diantara Dalil-dalil Keutamaan Puasa Ramadhan
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ngadawuh,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ، وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Saha jalma anu puasa di bulan Ramadhan karena iman jeung miharep pahala, bakal dihampura dosana anu geus kaliwat, jeung singsaha jalma anu ngadegeun sholat dina peutingan lailatul qodr karena iman jeung miharep pahala, bakaldihampura dosana anugeuskaliwat.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam oge ngadawuh,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَف الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Satiap amalan anak Adam bakal dilipatgandakeun, hiji ka alusan dibales ku sapuluh nepi tujuh ratus kali lipat. Allah ta’ala ngadawuh, ‘Kacaba puasa, saenyana aripuasa pikeun Kaula jeung Kaula anubakal ngabalesna, sebab jalma anu puasa enggeus ninggalkeun syahwatna jeung kadaharannana karena Kaula’. Jeung pikeun jalma anu puasa bakal mibanda dua kebahagiaan, nyaeta kebahagiaan nalika buka jeung kebahagiaan nailka panggih jeung Rabb-Na. jeung ari bau baham anu puasa leuwih sengit tibatan seungitna minyak kasturi.”
[HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam oge ngadawuh;,
قَالَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ : الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ، وَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Rabb kita ‘azza wa jalla berfirman: Puasa nyaeta perisai, anu kuayana eta perisai jalma bakalngabentengan dirina tina seuneu neraka, jeung ari puasa pikeun kaula, Kaula anu bakal ngabalesna.” [HR. Ahmad dari Jabir radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 4308]
Wallohu ‘alam bishshowaab.
#Ramadhan #wanaraja #Muhammadiyah
3 Bekal Menyambut Ramadhan
Tinggal menunggu hitungan jam kita akan memasuki bulan penuh barokah, Ramadhan mubarok. Kita akan melihat tiga bekal yang semestinya disiapkan sebelum memasuki bulan Ramadhan yang kami simpulkan dari wejangan para ulama. Tiga bekal tersebut adalah:
Pertama: Bekal ilmu.
Bekal ini amat utama sekali agar ibadah kita menuai manfaat, berfaedah, dan tidak asal-asalan. ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata,
مَنْ عَبَدَ اللهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ
“Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.” (Al Amru bil Ma’ruf, hal. 15). Tidak tahu akan hukum puasa, bisa jadi puasa kita rusak. Tidak tahu apa saja hal-hal yang disunnahkan saat puasa, kita bisa kehilangan pahala yang banyak. Tidak tahu jika maksiat bisa mengurangi pahala puasa, kita bisa jadi hanya dapat lapar dan dahaga saja saat puasa. Tidak tahu jika dzikir bareng-bareng entah sehabis shalat lima waktu atau di antara tarawih atau sehabis witir, itu tidak ada dalilnya, akhirnya yang didapat hanya rasa capek karena tidak menuai pahala. Ingatlah syarat diterimanya ibadah bukan hanya ikhlas. Ibadah bisa diterima jika mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, alias ada dalilnya. Namun demikianlah masyarakat kita kadang beribadah asal-asalan, asal ‘ngikut’, yang penting ikhlas katanya, padahal ibadah yang dilakukan tidak ada dalil dan tuntunannya. Apa saja kata pak Kyai, pokoknya ‘manut’? Wallahul musta’an.
Kedua: Perbanyak taubat.
Inilah yang dianjurkan oleh para ulama kita. Sebelum memasuki bulan Ramadhan, perbanyaklah taubat dan istighfar. Semoga di bulan Ramadhan kita bisa menjadi lebih baik. Kejelekan dahulu hendaklah kita tinggalkan dan ganti dengan kebaikan di bulan Ramadhan. Ingatlah bahwa syarat taubat yang dijelaskan oleh para ulama sebagaimana dinukil oleh Ibnu Katsir rahimahullah, “Menghindari dosa untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya/ mengembalikannya.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14:61). Inilah yang disebut dengan taubat nashuha, taubat yang tulus dan murni. Moga Allah menerima taubat-taubat kita sebelum memasuki waktu barokah di bulan Ramadhan sehingga kita pun akan mudah melaksanakan kebaikan.
Di antara do’a untuk meminta segala ampunan dari Allah adalah do’a berikut ini:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى
“Allahummagh-firlii khothii-atii, wa jahlii, wa isrofii fii amrii, wa maa anta a’lamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khotho-i wa ‘amdii, wa kullu dzalika ‘indii” (Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan) (HR. Bukhari no. 6398 dan Muslim no. 2719).
Catatan penting yang mesti kami sampaikan. Mungkin selama ini tersebar sms maaf-maafkan di tengah-tengah kaum muslimin menjelang Ramadhan. Ingat bahwa meminta maaf itu memang disyariatkan terhadap sesama apalagi ketika berbuat salah, betul memang bentuk taubatnya adalah minta dimaafkan. Namun bukan jadi kelaziman setiap orang harus minta maaf, padahal tidak ada salah apa-apa. Apalagi kelirunya lagi jika hal ini dianggap kurang afdhol jika tidak dijalani menjelang Ramadhan. Hanya Allah yang beri taufik.
Ketiga: Banyak memohon kemudahan dari Allah.
Selain dua hal di atas, kita juga harus pahami bahwa untuk mudah melakukan kebaikan di bulan Ramadhan, itu semua atas kemudahan dari Allah. Jika kita terus pasrahkan pada diri sendiri, maka ibadah akan menjadi sulit untuk dijalani. Karena diri ini sebenarnya begitu lemah. Oleh karena itu, hendaklah kita banyak bergantung dan tawakkal pada Allah dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Terus memohon do’a pada Allah agar kita mudah menjalankan berbagai bentuk ibadah baik shalat malam, ibadah puasa itu sendiri, banyak berderma, mengkhatamkan atau mengulang hafalan Qur’an dan kebaikan lainnya.
Do’a yang bisa kita panjatkan untuk memohon kemudahan dari Allah adalah sebagai berikut.
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
“Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa” [artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah]. (Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya 3:255. Dikeluarkan pula oleh Ibnu Abi ‘Umar, Ibnus Suni dalam ‘Amal Yaum wal Lailah).
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ
“Allahumma inni as-aluka fi’lal khoiroot wa tarkal munkaroot.” (Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran). (HR. Tirmidzi no. 3233, shahih menurut Syaikh Al Albani).
Semoga Allah menjadikan Ramadhan kita lebih baik dari sebelumnya. Marilah kita menyambut Ramadhan mubarok dengan suka cita, diiringi ilmu, taubat dan perbanyak do’a kemudahan.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.
Wallahu waliyyut taufiq.
sumber : www.rumaysho.com







