• BERSAMA DALAM KEBERSAMAAN

    Pelaksanaan Pembinaan dalam rangka penyegaran dan peningkatan pelayanan kepada siswa demi terciptanya sekolah yang cerah dan mencerahkan, membahagiakan

  • BERSAMA SISWA

    Dalam rangka akhir kegiatan, ditunjukan untuk menikmati kebersamaan

  • BERKAH BERSAMA AL-QUR'AN

    Keberkahan ketika kita bisa membuat orang tua kita meneteskan air mata karena kesolehan putra-putrinya

  • BUKAN SEKEDAR PROFESI TETAPI KELUARGA

    Belajar adalah aktivitas untuk menjadi diri yang dinanti dan selalu bermanfaat baik bagi diri dan masyarakat sekitar

  • WISUDA TAHFIDZ

    Kegiatan Wisuda Pecinta Al-Qur'an (Palaq) yang dilaksanakan oleh Hikmat SMA Muhammadiyah Wanaraja, oleh Bapak H Dadang Saepulloh, S.Ag (alm)

do'a keselamatan

Doa Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin ...TIDAK ditemukan dalam Al-Qur'an dan TIDAK ditemukan dalam kitab-kitab Hadis utama (Shahih Bukhari, Muslim, Sunan 4, Musnad Ahmad) dengan lafadz yang persis sama sebagai satu doa utuh dari Rasulullah ﷺ.Jadi ini bukan doa ma'tsur (yang langsung diajarkan Rasulullah dengan lafadz itu). Lalu sumbernya dari mana? 1. Doa ini adalah himpunan / kompilasi ulama.

Lafadz ini dihimpun oleh ulama dari berbagai doa shahih yang terpisah, lalu digabung menjadi satu doa yang mencakup semua hajat. Ia populer tertulis di kitab-kitab kumpulan doa di Nusantara seperti : Kitab Majmu' Syarif (kitab pegangan yasinan & tahlil di Indonesia/Malaysia)Kitab Perukunan Melayu, Kitab Doa Munajat Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali - di dalamnya ada anjuran meminta 7 perkara itu secara terpisah, tapi tidak dalam satu redaksi. 2. Isinya semuanya berdalil shahih, tapi terpisah-pisah.

Para ulama membolehkan membuat doa dengan bahasa sendiri selama isinya baik (disebut doa ghairu ma'tsur). Contohnya: Salamatan fiddin -> isinya ada di QS. Ali Imran: 102; Afiyatan fil jasad -> ada di Hadis "Salullaha al-'afiyah" HR. Tirmidzi; Ziyadatan fil 'ilmi -> ada di QS. Thaha: 114 "Rabbi zidni 'ilma" Taubatan qablal maut -> ada di QS. At-Tahrim: 8 Jadi ulama menggabungkan semua permohonan yang baik itu menjadi satu.Hukum mengamalkannya:

Boleh dan sangat baik diamalkan, karena termasuk doa umum yang memohon kebaikan dunia-akhirat. Kaidah fiqihnya: Boleh berdoa dengan doa apapun selama tidak mengandung dosa dan memutus silaturahmi. (HR. Muslim).

Yang tidak boleh adalah meyakini dan menyebarkan bahwa "Rasulullah mengajarkan doa ini dengan lafadz persis begini" padahal tidak ada riwayatnya. Itu yang disebut berdusta atas nama Nabi.Kesimpulan:

Doa Selamat atau Salamatan Fiddin yang sering dibaca Rasulullah dan ulama.


> اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ، وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ، وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ، وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ


Penjelasan dan Dalil Penunjang

a. Salamatan fiddin (Keselamatan dalam agama)

Ini prioritas tertinggi. Rusak agama = rugi selamanya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS. Ali Imran: 102)


b. 'Afiyatan fil jasad (Kesehatan jasad)

Nabi mengajarkan untuk selalu minta afiyah, karena tanpa sehat ibadah tidak maksimal. Hadis:

 سَلُوا اللَّهَ الْعَافِيَةَ

"Mintalah kepada Allah keselamatan (afiyah)." (HR. Tirmidzi, shahih). Imam Nawawi menjelaskan afiyah mencakup selamat dari penyakit dan dari maksiat.


c. Ziyadatan fil 'ilmi (Tambahan ilmu)

Ini langsung perintah Allah kepada Nabi:

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

"Dan katakanlah, Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu." (QS. Thaha: 114)

Seperti yang Akang lakukan, belajar tidak hanya di kelas, tapi alam pun adalah madrasah untuk menambah ilmu dan tafakkur.


d. Barakatan firrizqi (Keberkahan rezeki)

Bukan banyaknya, tapi berkahnya yang membuat cukup.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

"Jikalau penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS. Al-A'raf: 96)


e. Taubatan qablal maut (Taubat sebelum mati)

Pintu taubat selalu terbuka sebelum nyawa di tenggorokan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

"Wahai orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya." (QS. At-Tahrim: 8)


f. Rahmatan 'indal maut (Rahmat ketika mati)

Kita berharap husnul khatimah, dimudahkan sakaratul maut. Hadis:

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

"Barangsiapa yang akhir ucapannya Laa ilaaha illallah, maka ia masuk surga." (HR. Abu Dawud)


g. Maghfiratan ba'dal maut (Ampunan setelah mati)

Setelah mati, amal terputus kecuali 3 perkara. Kita butuh ampunan dan doa anak shaleh.

 وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

"Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi dosa orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan." (QS. Muhammad: 19)

Kesimpulan Hikmah:

Doa ini mencakup 7 kebutuhan inti manusia dari hidup sampai mati. Urutannya sempurna: jaga agama dulu, baru minta sehat untuk beribadah, ilmu untuk beramal, rezeki berkah untuk hidup, lalu persiapan kematian yang baik.

Doa ini bukan dari hadis shahih dengan lafadz persis seperti itu, tapi isinya adalah kumpulan dari banyak doa shahih yang diajarkan Rasulullah, sehingga dihimpun oleh ulama menjadi satu doa jawami' (mencakup semua kebaikan). Maka boleh diamalkan

Share:

COMING SOON WUKUF 2026 HIZBUL WATHAN SMA MUHAMMADIYAH WANARAJA GARUT

 



Share:

HARI SANTRI NASIONAL

Menguatkan Langkah, Menyongsong Indonesia Emas: Kemeriahan Hari Santri Nasional 2026 di SMA Muhammadiyah Wanaraja


Pada hari ini, suasana keharmonisan dan nilai-nilai keislaman menyelimuti SMA Muhammadiyah Wanaraja dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026. Dengan mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas", seluruh warga sekolah hadir bersama memperkuat komitmen keilmuan dan keagamaan, menjadi momentum strategis untuk meneguhkan identitas religius dan nasionalisme para siswa.

Peringatan yang digelar tahun ini dilatarbelakangi oleh komitmen sekolah untuk merefleksikan kembali peran besar kaum santri dan ulama dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, SMA Muhammadiyah Wanaraja bertujuan untuk:
  • Menumbuhkan rasa bangga dalam diri siswa terhadap identitas keislaman dan keindonesiaan.
  • Mengintegrasikan nilai-nilai kepanduan, kedisiplinan, dan moralitas keagamaan di era modern.
  • Memotivasi siswa agar tidak hanya adaptif secara akademis, tetapi juga tangguh secara spiritual dalam menghadapi tantangan zaman.

Tema nasional "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas" dipilih karena dinilai sangat relevan dengan Tagline sekolah KATAJI dalam mencetak generasi masa depan (khususnya menyongsong Indonesia Emas 2045). Di lingkungan sekolah, tema ini diimplementasikan untuk membangun kesadaran bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan akhlak mulia dan jiwa nasionalisme. Santri masa kini di tingkat SMA dituntut tidak hanya jago mengaji, tetapi juga harus menguasai teknologi, berinovasi, serta siap berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Kegiatan diawali dengan penuh kekhusyukan pada pagi hari. Rangkaian ibadah seperti Sholat Duha bersama, dilanjutkan dengan Dzikir Pagi, dan pembacaan Asmaul Husna melantun indah, menghadirkan suasana tenang dan penuh keberkahan di lingkungan sekolah. Menanamkan nilai Tauhid dan kesadaran spiritual. Ini menegaskan bahwa segala ikhtiar keduniawian (seperti belajar dan berkompetisi) harus bersumber dan bersandar pada rida Allah SWT.

Sarapan Bersama dan Lomba: Menumbuhkan nilai Ukhuwah (persaudaraan), kesetaraan, dan gotong royong. Makan bersama meleburkan sekat sosial, sementara lomba yang fairplay mengajarkan sportivitas dan kerja sama tim.

Acara resmi dibuka secara hangat oleh Ibu Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Wanaraja, Ibu Lina Susanti Affandi, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya para siswa sebagai santri modern yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan umum, tetapi juga berkarakter Islami demi menyongsong kemajuan bangsa.

Memasuki acara inti, para siswa dan guru menyimak Tausiyah HSN yang disampaikan oleh Bapak H. Yudi Patmadinata, S.Pd.I. Dalam tausiyahnya, beliau menguraikan makna penting dari tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas", membakar semangat para siswa untuk terus memperkuat iman, takwa, dan kontribusi nyata bagi kemajuan NKRI.

Usai tausiyah, kebersamaan semakin erat terasa saat seluruh peserta melaksanakan Sarapan Bersama. Suasana kekeluargaan dan kehangatan terpancar jelas di antara guru dan siswa.
Dilanjutkan dengan keseruan dan semangat kompetisi yang positif berlanjut pada sesi perlombaan. Selain aspek kompetisi mencari juara, indikator utama keberhasilan lomba-lomba khas keagamaan ini meliputi :
  • Olimpiade ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab): Mengukur kedalaman pemahaman ideologis keislaman dan organisasi yang menumbuhkan militansi positif dalam ber-Muhammadiyah.
  • Tahfidz: Menumbuhkan kecintaan dan kedekatan emosional siswa dengan Al-Qur'an agar senantiasi dijaga dalam ingatan serta diaplikasikan dalam perilaku sehari-hari.
  • Kaligrafi: Mengasah apresiasi seni Islam dan kesabaran, sekaligus menjadi media dakwah visual yang kreatif.
Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, antusiasme warga sekolah pada HSN 2026 mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif seluruh elemen sekolah dalam mengenakan pakaian ala santri selama pekan perayaan, jumlah partisipan yang mendaftar lomba, serta kolaborasi kreatif antara guru dan IPM dalam mengonsep acara agar lebih interaktif dan memanfaatkan media digital. Semangat kebersamaan dan dorongan inovasi membuat atmosfer HSN tahun ini terasa jauh lebih hidup.

Melalui serangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2026 ini, SMA Muhammadiyah Wanaraja berharap dapat terus melahirkan generasi cerdas, berakhlak mulia, serta siap menjadi bagian utama dalam menguatkan negeri menuju Indonesia Emas.

Agar semangat ini tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, SMA Muhammadiyah Wanaraja menerapkan beberapa strategi dalam kegiatan belajar sehari-hari:
  • Pembiasaan Rutin (Habituasi): Mewajibkan tadarus Al-Qur'an disaat awal memulai pelajaran , sholat berjamaah,shalat duha, dzikir pagi dan kajian/tadribul khitobah setelah sholat duhur berjamaah,halaqah dan tahfidz quran.
  • Integrasi Kurikulum: Menyisipkan nilai-nilai kesantrian dengan pelajaran ISMUBA, adab terhadap guru, dan etika Islami ke dalam setiap mata pelajaran, bukan hanya pada rumpun materi agama.
  • Keteladanan (Uswah Hasanah): Para guru dan staf sekolah memosisikan diri sebagai figur santri senior yang memberikan contoh nyata dalam bertutur kata dan bersikap.
  • Sebagai tindak lanjut jangka panjang untuk melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia, sekolah menginisiasi beberapa program konkret:
  • Kelas Tahfidz: Wadah pembinaan intensif berkelanjutan bagi siswa yang memiliki bakat dan minat dalam menghafal Al-Qur'an pasca-lomba HSN.
  • Komunitas Dakwah Digital Pelajar: Mengarahkan kreativitas santri era modern untuk membuat konten edukasi keagamaan dan sosial yang positif di media sosial.
  • Bakti Sosial Santri Bergerak: Mengajak siswa terjun langsung ke masyarakat sekitar Wanaraja guna mengaplikasikan ilmu sosial dan agama mereka dalam bentuk pengabdian nyata dengan bersih² masjid.










Share:

GLADI BERSIH TKA TAHUN 2026

 




Share:

BRIEFING PAGI

 



Share:

KATAJITU HARI INI

KATAJITU HARI INI

HARI SANTRI NASIONAL 2026

HARI SANTRI NASIONAL 2026
Selamat datang di situs kami, The Progressive School.

Blogger templates

SEKOLAH BERBUDAYA & BERKEMAJUAN

SEKOLAH BERBUDAYA & BERKEMAJUAN