Dalam rangka mempererat kebersamaan sekaligus menjadi momen perpisahan bagi siswa kelas XII, SMA Muhammadiyah Wanaraja menyelenggarakan kegiatan Smamuja Tour pada tanggal 11–13 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XII beserta dewan guru dan pendamping dengan tujuan wisata edukatif dan rekreatif ke kawasan wisata Sungai Citumang, Laut Hiu, dan Pantai Pangandaran.
-
BERSAMA DALAM KEBERSAMAAN
Pelaksanaan Pembinaan dalam rangka penyegaran dan peningkatan pelayanan kepada siswa demi terciptanya sekolah yang cerah dan mencerahkan, membahagiakan
-
BERSAMA SISWA
Dalam rangka akhir kegiatan, ditunjukan untuk menikmati kebersamaan
-
BERKAH BERSAMA AL-QUR'AN
Keberkahan ketika kita bisa membuat orang tua kita meneteskan air mata karena kesolehan putra-putrinya
-
BERBAKTI TIDAK HANYA PEDULI
Belajar adalah aktivitas untuk menjadi diri yang dinanti dan selalu bermanfaat baik bagi diri dan masyarakat sekitar
-
WISUDA TAHFIDZ
Kegiatan Wisuda Pecinta Al-Qur'an (Palaq) yang dilaksanakan oleh Hikmat SMA Muhammadiyah Wanaraja, oleh Bapak H Dadang Saepulloh, S.Ag (alm)
PERPISAHAN KELAS XII
PASMUJA JUARA 2026

DAURAH QUR'AN KOLABORASI IPM DAN LAZISMU KL WANARAJA
Pada tanggal 13–14 Mei 2026 telah dilaksanakan kegiatan Daurah Qur’an yang bertempat di komplek Perguruan Muhammadiyah Wanaraja. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara PR IPM MTs Muhammadiyah Bayubud, PR IPM SMA Muhammadiyah Wanaraja, dan LAZISMU Kantor Layanan Wanaraja sebagai bentuk sinergi dalam membangun generasi muda yang cinta Al-Qur’an dan berakhlak Islami.
Kegiatan Daurah Qur’an ini diikuti dengan penuh antusias oleh para pelajar dan kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi dan pembinaan keislaman yang berfokus pada peningkatan kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat karakter religius, meningkatkan semangat dakwah pelajar, serta mempererat ukhuwah antar kader Muhammadiyah di lingkungan Wanaraja. Suasana kegiatan berlangsung khidmat, hangat, dan penuh semangat kebersamaan, terlihat dari partisipasi aktif peserta dalam setiap sesi yang dilaksanakan.
Berbagai agenda kegiatan seperti tilawah bersama, tahsin Al-Qur’an, kajian keislaman, motivasi Qur’ani, serta kegiatan kebersamaan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Daurah Qur’an ini. Melalui kegiatan tersebut diharapkan para peserta mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus menjadikannya sebagai pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antar organisasi otonom Muhammadiyah dan lembaga filantropi Islam dalam mendukung pembinaan generasi muda yang beriman, berilmu, dan berkemajuan. Dengan terselenggaranya Daurah Qur’an Tahun 2026 ini, diharapkan semangat belajar dan mengamalkan Al-Qur’an terus tumbuh di kalangan pelajar Muhammadiyah serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
PELANTIKAN KEPALA SMA MUHAMMADIYAH WANARAJA 2026-2030
Selasa, 05 Mei 2026, atmosfer di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut terasa begitu hangat namun penuh wibawa. Bertepatan dengan 18 Dzulqaidah 1447 H, keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Garut berkumpul untuk menyaksikan sebuah estafet kepemimpinan yang krusial bagi masa depan bangsa.
Bendera Sang Surya bersanding tegak dengan Bendera Merah Putih, mengiringi langkah para pendidik yang hari ini akan mengemban amanah baru sebagai nakhoda di satuan pendidikan masing-masing untuk Masa Jabatan 2026-2030.
Acara inti dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen PNF) PDM Garut. Di hadapan jajaran pimpinan dan tamu undangan, sembilan kepala sekolah/madrasah berdiri tegak mengikuti prosesi pengambilan sumpah jabatan.
Adapun para pemimpin yang dilantik berasal dari berbagai jenjang pendidikan, yakni:
Tingkat SD/MI: SD Muhammadiyah 3 Garut Kota, SD Muhammadiyah Mancagahar, SD 2 Muhammadiyah Karangpawitan, MI Muhammadiyah Cijambe, dan SD Muhammadiyah Harumansari.
Tingkat Menengah Atas: SMK Muhammadiyah 3 Kadungora, SMA Muhammadiyah Pakenjeng, SMA Muhammadiyah Wanaraja, dan SMA Muhammadiyah 1 Garut.
Setiap kata dalam janji jabatan yang diucapkan merupakan komitmen untuk menjaga integritas, loyalitas terhadap persyarikatan, serta dedikasi penuh bagi kualitas pendidikan santri di Bumi Intan.
Sejalan dengan tema yang diusung, "Kolaborasi Mewujudkan Pendidikan Muhammadiyah yang Unggul dan Berkemajuan di Kabupaten Garut", pelantikan ini bukan sekadar seremoni formal. Dalam amanatnya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Garut menekankan bahwa di era disrupsi ini, sekolah Muhammadiyah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
"Keunggulan hanya bisa diraih melalui sinergi. Antar-sekolah harus saling menguatkan, bukan bersaing secara tidak sehat. Kepala sekolah yang baru dilantik adalah katalisator yang akan menggerakkan roda kolaborasi ini demi mencetak generasi yang berakhlak mulia dan melek teknologi."
Dengan ditandatanganinya berita acara pelantikan, resmilah para Kepala Sekolah dan Madrasah ini memimpin institusi mereka untuk empat tahun ke depan. Harapan besar tertuju pada pundak mereka untuk membawa perubahan nyata—menjadikan sekolah Muhammadiyah sebagai sekolah pilihan utama masyarakat yang mampu menjawab tantangan zaman dengan semangat fastabiqul khairat.
Acara ditutup dengan doa bersama dan pemberian ucapan selamat, menandai dimulainya babak baru perjuangan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Garut.
Selamat mengemban amanah. Selamat berjuang mewujudkan pendidikan yang berkemajuan.
DUNIA DAN AKHIRAT
DUNIA DIBANDING AKHIRAT
Dari Al-Mustaurid bin Syaddad –semoga Allah meridhoinya- ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
وَاللهِّ مَا الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ؟
“Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat kecuali seperti seseorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, maka lihatlah apa yang tersisa di jarinya jika ia keluarkan dari laut?” (HR Muslim no 2868).
📃 Penjelasan:
Inilah gambaran hinanya dunia dibandingkan dengan akhirat. Air setetes dibandingkan dengan luasnya lautan. Dan ini bukan satu-satunya hadits yang menggambarkan hinanya dunia.
Maka, tidaklah mengherankan jika dua raka'at sebelum subuh lebih baik dari pada dunia sisiNya. Apalagi dibandingkan dengan shalat yang wajib!
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , bersabda:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مَنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا
Dua rakaat (sebelum) Subuh lebih baik daripada dunia seisinya [HR. Muslim].
Dari Sahl bin Sa’id as-Sa’idi radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ
“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)
Hadis ini menjelaskan tentang hina dan tidak adanya nilai dunia di sisi Allah. Seandainya ia memiliki nilai walau sekecil apapun di sisi Allah ﷻ niscaya Dia tidak akan memberi minum orang kafir walau seteguk air, apalagi diberikan kenikmatan dan kelezatan di dalamnya.
Dalam hadits lain, dijelaskan bahwa dunia ini lebih jelek daripada bangkai anak kambing yang cacat. Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu anhu :
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِالسُّوْقِ دَاخِلًا مِنْ بَعْضِ الْعَالِيَةِ وَالنَّاسُ كَنَفَتَهُ. فَمَرَّ بِجَدْيٍ أَسَكَّ مَيِّتٍ فَتَنَاوَلَهُ فَأَخَذَ بِأُذُنِهِ، ثُمَّ قَالَ: ))أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ؟ (( فَقَالُوْا: مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَيْءٍ وَمَا نَصْنَعُ بِهِ؟ قال:(( أَتُحِبُّوْنَ أَنَّهُ لَكُمْ؟ )) قَالُوْا: وَاللهِ لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيْهِ، لِأَنَّهُ أَسَكُّ. فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ؟ فَقَالَ: (( فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ )).
Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan melewati pasar sementara banyak orang berada di dekat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau berjalan melewati bangkai anak kambing jantan yang kedua telinganya kecil. Sambil memegang telinganya Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa diantara kalian yang berkenan membeli ini seharga satu dirham?” Orang-orang berkata, “Kami sama sekali tidak tertarik kepadanya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kalian mau jika ini menjadi milik kalian?” Orang-orang berkata, “Demi Allâh, kalau anak kambing jantan ini hidup, pasti ia cacat, karena kedua telinganya kecil, apalagi ia telah mati?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ
Demi Allâh, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allâh daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian. [Shahih: HR. Muslim, no. 2957 ]
Maka, dunia bukan sebagai tujuan, tetapi sebagai wasilah menunju akhirat.
Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Kami mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
(( مَنْ كانت الدنيا هَمَّهُ فَرَّق الله عليه أمرَهُ وجَعَلَ فَقْرَهُ بين عينيه ولم يَأْتِه من الدنيا إلا ما كُتِبَ له، ومن كانت الآخرةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ له أَمْرَهُ وجَعَلَ غِناه في قَلْبِه وأَتَتْهُ الدنيا وهِيَ راغِمَةٌ
“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)“
[HR Ibnu Majah (no. 4105), Ahmad (5/183), ad-Daarimi (no. 229), Ibnu Hibban (no. 680) dan lain-lain dengan sanad yang shahih, dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, al-Bushiri dan syaikh al-Albani ].
Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan cinta kepada akhirat dan zuhud dalam kehidupan dunia, serta celaan dan ancaman besar bagi orang yang terlalu berambisi mengejar harta benda duniawi.
Maka, orang yang mengejar dunia akan disiksa dengan kekurangan yang terus menerus. Maka, jadilah penuntut ilmu sebagai bekal akhirat yang, menjadikan kita takut kepada Allah ﷻ.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
منهومان لا يشبعان طالب علم و طالب دنيا
“Ada dua orang rakus yang tidak pernah kenyang; penuntut ilmu dan pencari dunia”. (HR. Al-Bazzar, dari shahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani sebagaimana dalam Shahihul Jami.)
Saking luasnya ilmu, seorang ulama Yahya Ibnu Abi Katsir Rahimahullah berkata, ilmu tidak bisa digapai 1000 tahun, maka ambilah yang diperlukan.
Dasar sifat manusia adalah tamak, dalam sebuah hadist disebutkan :
عَنْ عَبَّاسِ بْنِ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ الزُّبَيْرِ عَلَى الْمِنْبَرِ بِمَكَّةَ فِى خُطْبَتِهِ يَقُولُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَقُولُ « لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ أُعْطِىَ وَادِيًا مَلأً مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَانِيًا ، وَلَوْ أُعْطِىَ ثَانِيًا أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَالِثًا ، وَلاَ يَسُدُّ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
Dari Ibnu ‘Abbas bin Sahl bin Sa’ad, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Ibnu Az Zubair berkata di Makkah di atas mimbar saat khutbah, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Seandainya manusia diberi satu lembah penuh dengan emas, ia tentu ingin lagi yang kedua. Jika ia diberi yang kedua, ia ingin lagi yang ketiga. Tidak ada yang bisa menghalangi isi perutnya selain tanah. Dan Allah Maha Menerima taubat siapa saja yang mau bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6438).
Manusia banyak yang lalai karena kesibukannya saling berlomba meraih dunia. Ada yang rakus akan kedudukan atau kekuasaan. Ada juga yang saling menyombongkan diri dan berbangga dengan harta dan anaknya. Mereka barulah berhenti ketika sampai di liang lahat. Padahal semua nikmat kelak akan ditanya.
Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surat At-Takatsur,
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (2)
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.
Dalam Surat Ad-Dhuha Ayat 4:
وَلَلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ ٱلْأُولَىٰ
Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).
Dalam Surat Al-A’la Ayat 17:
وَٱلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰٓ
Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.
Dalam Surat Al-Qashash Ayat 77:
وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.












.jpeg)




