PELATIHAN JURU SEMBELIH HALAL



kegiatan pelatihan Juru Sembelih Halal yang dilaksanakan oleh MUI Kecamatan Wanaraja pada hari Senin, 25 Mei 2026 bertempat di Aula SMA Muhammadiyah Wanaraja, pemateri langsung dari DPD Juru Sembeli Halal (JULEHA) Kab. Garut.

Memastikan Kehalalan dari Hulu: MUI Kecamatan Wanaraja Gelar Pelatihan Juru Sembelih Halal
Wanaraja, 25 Mei 2026 – Dalam upaya menjamin ketersediaan konsumsi pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) bagi masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Wanaraja menggelar Pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA). Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat pada hari Senin (25/5) bertempat di Aula SMA Muhammadiyah Wanaraja.

Pelatihan ini diinisiasi sebagai respons terhadap meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya proses penyembelihan hewan yang sesuai dengan syariat Islam dan standar regulasi penjaminan produk halal.

Sinergi dan Edukasi Langsung dari Ahlinya
Untuk memastikan materi yang disampaikan berbobot dan aplikatif, MUI Kecamatan Wanaraja menghadirkan pemateri langsung dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Juru Sembelih Halal (JULEHA) Kabupaten Garut. Kehadiran para instruktur berpengalaman ini memberikan bobot tersendiri bagi pelatihan, di mana para peserta tidak hanya dibekali teori keagamaan, tetapi juga teknik praktis penyembelihan modern.

Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan pengurus MUI Kecamatan Wanaraja, dilanjutkan dengan sambutan dari pihak tuan rumah SMA Muhammadiyah Wanaraja yang menyambut baik pemanfaatan fasilitas pendidikan untuk kemaslahatan umat.

"Penyembelihan bukan sekadar memotong leher hewan, melainkan sebuah proses ibadah yang menentukan halal atau haramnya apa yang masuk ke dalam tubuh kita. Oleh karena itu, kompetensi seorang juru sembelih sangatlah krusial," ujar salah satu pemateri dari DPD JULEHA Kab. Garut dalam sesi pemaparannya.

Materi Pelatihan Komprehensif
Sepanjang kegiatan, para peserta yang terdiri dari para takmir masjid, pelaku usaha jagal lokal, dan utusan desa se-Kecamatan Wanaraja dibekali dengan berbagai materi esensial, antara lain:

Fikih Penyembelihan: Syarat sah penyembelih, hewan yang disembelih, serta alat yang digunakan berdasarkan syariat Islam.

Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare): Teknik handling (penanganan) hewan sebelum disembelih agar hewan tidak stres atau tersiksa, sesuai dengan prinsip ihsan.

Manajemen Kebersihan dan Kesehatan: Penerapan Higiene-Sanitasi untuk mencegah kontaminasi pada daging hasil sembelihan.

Aspek Praktis: Pengenalan dan perawatan bilah (pisau) agar tetap tajam sempurna demi mempercepat proses rebah dan sembelih.

Melalui pelatihan ini, MUI Kecamatan Wanaraja berharap dapat melahirkan regenerasi juru sembelih yang bersertifikat dan berkompeten. Langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem halal di wilayah Kabupaten Garut, dimulai dari pintu gerbang utamanya, yaitu hulu penyembelihan.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif serta komitmen bersama dari para peserta untuk menerapkan ilmu yang didapat di lingkungan masing-masing.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENERIMAAN MURID BARU

PENERIMAAN MURID BARU

JAZAKALLOHU FI KHOIR

JAZAKALLOHU FI KHOIR
Selamat datang di situs kami, The Progressive School.

Blogger templates

SEKOLAH BERBUDAYA & BERKEMAJUAN

SEKOLAH BERBUDAYA & BERKEMAJUAN