Doa Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin ...TIDAK ditemukan dalam Al-Qur'an dan TIDAK ditemukan dalam kitab-kitab Hadis utama (Shahih Bukhari, Muslim, Sunan 4, Musnad Ahmad) dengan lafadz yang persis sama sebagai satu doa utuh dari Rasulullah ﷺ.Jadi ini bukan doa ma'tsur (yang langsung diajarkan Rasulullah dengan lafadz itu). Lalu sumbernya dari mana? 1. Doa ini adalah himpunan / kompilasi ulama.
Lafadz ini dihimpun oleh ulama dari berbagai doa shahih yang terpisah, lalu digabung menjadi satu doa yang mencakup semua hajat. Ia populer tertulis di kitab-kitab kumpulan doa di Nusantara seperti : Kitab Majmu' Syarif (kitab pegangan yasinan & tahlil di Indonesia/Malaysia)Kitab Perukunan Melayu, Kitab Doa Munajat Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali - di dalamnya ada anjuran meminta 7 perkara itu secara terpisah, tapi tidak dalam satu redaksi. 2. Isinya semuanya berdalil shahih, tapi terpisah-pisah.
Para ulama membolehkan membuat doa dengan bahasa sendiri selama isinya baik (disebut doa ghairu ma'tsur). Contohnya: Salamatan fiddin -> isinya ada di QS. Ali Imran: 102; Afiyatan fil jasad -> ada di Hadis "Salullaha al-'afiyah" HR. Tirmidzi; Ziyadatan fil 'ilmi -> ada di QS. Thaha: 114 "Rabbi zidni 'ilma" Taubatan qablal maut -> ada di QS. At-Tahrim: 8 Jadi ulama menggabungkan semua permohonan yang baik itu menjadi satu.Hukum mengamalkannya:
Boleh dan sangat baik diamalkan, karena termasuk doa umum yang memohon kebaikan dunia-akhirat. Kaidah fiqihnya: Boleh berdoa dengan doa apapun selama tidak mengandung dosa dan memutus silaturahmi. (HR. Muslim).
Yang tidak boleh adalah meyakini dan menyebarkan bahwa "Rasulullah mengajarkan doa ini dengan lafadz persis begini" padahal tidak ada riwayatnya. Itu yang disebut berdusta atas nama Nabi.Kesimpulan:
Doa Selamat atau Salamatan Fiddin yang sering dibaca Rasulullah dan ulama.
> اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ، وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ، وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ، وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ
Penjelasan dan Dalil Penunjang
a. Salamatan fiddin (Keselamatan dalam agama)
Ini prioritas tertinggi. Rusak agama = rugi selamanya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS. Ali Imran: 102)
b. 'Afiyatan fil jasad (Kesehatan jasad)
Nabi mengajarkan untuk selalu minta afiyah, karena tanpa sehat ibadah tidak maksimal. Hadis:
سَلُوا اللَّهَ الْعَافِيَةَ
"Mintalah kepada Allah keselamatan (afiyah)." (HR. Tirmidzi, shahih). Imam Nawawi menjelaskan afiyah mencakup selamat dari penyakit dan dari maksiat.
c. Ziyadatan fil 'ilmi (Tambahan ilmu)
Ini langsung perintah Allah kepada Nabi:
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
"Dan katakanlah, Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu." (QS. Thaha: 114)
Seperti yang Akang lakukan, belajar tidak hanya di kelas, tapi alam pun adalah madrasah untuk menambah ilmu dan tafakkur.
d. Barakatan firrizqi (Keberkahan rezeki)
Bukan banyaknya, tapi berkahnya yang membuat cukup.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
"Jikalau penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS. Al-A'raf: 96)
e. Taubatan qablal maut (Taubat sebelum mati)
Pintu taubat selalu terbuka sebelum nyawa di tenggorokan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا
"Wahai orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya." (QS. At-Tahrim: 8)
f. Rahmatan 'indal maut (Rahmat ketika mati)
Kita berharap husnul khatimah, dimudahkan sakaratul maut. Hadis:
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
"Barangsiapa yang akhir ucapannya Laa ilaaha illallah, maka ia masuk surga." (HR. Abu Dawud)
g. Maghfiratan ba'dal maut (Ampunan setelah mati)
Setelah mati, amal terputus kecuali 3 perkara. Kita butuh ampunan dan doa anak shaleh.
وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
"Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi dosa orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan." (QS. Muhammad: 19)
Kesimpulan Hikmah:
Doa ini mencakup 7 kebutuhan inti manusia dari hidup sampai mati. Urutannya sempurna: jaga agama dulu, baru minta sehat untuk beribadah, ilmu untuk beramal, rezeki berkah untuk hidup, lalu persiapan kematian yang baik.
Doa ini bukan dari hadis shahih dengan lafadz persis seperti itu, tapi isinya adalah kumpulan dari banyak doa shahih yang diajarkan Rasulullah, sehingga dihimpun oleh ulama menjadi satu doa jawami' (mencakup semua kebaikan). Maka boleh diamalkan







Tidak ada komentar:
Posting Komentar