Selasa, 16 Desember 2025. Seluruh keluarga besar SMA Muhammadiyah Wanaraja melaksanakan kegiatan rutin tahunan yaitu Family Gathering. Bertempat di Tegal Malaka dilanjut ke Cahaya Vila.
-
BERSAMA DALAM KEBERSAMAAN
Pelaksanaan Pembinaan dalam rangka penyegaran dan peningkatan pelayanan kepada siswa demi terciptanya sekolah yang cerah dan mencerahkan, membahagiakan
-
BERSAMA SISWA
Dalam rangka akhir kegiatan, ditunjukan untuk menikmati kebersamaan
-
BERKAH BERSAMA AL-QUR'AN
Keberkahan ketika kita bisa membuat orang tua kita meneteskan air mata karena kesolehan putra-putrinya
-
BERBAKTI TIDAK HANYA PEDULI
Belajar adalah aktivitas untuk menjadi diri yang dinanti dan selalu bermanfaat baik bagi diri dan masyarakat sekitar
-
WISUDA TAHFIDZ
Kegiatan Wisuda Pecinta Al-Qur'an (Palaq) yang dilaksanakan oleh Hikmat SMA Muhammadiyah Wanaraja, oleh Bapak H Dadang Saepulloh, S.Ag (alm)
REFLEKSI MILAD MUHAMMADIYAH KE-113 TAHUN 2025
"Memajukan Kesejahteraan Bangsa"
Oleh: Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag (Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Garut)
Bersyukurlah atas segala nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita sekalian dalam besaran luas yang tak pernah bisa dihitung, wa in tauddu nikmatallohi laa tuhsuha, "jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya"(Q.S. An-Nahl: 18).
Diantara nikmat yang wajib kita syukuri tersebut bagi kita warga persyarikatan di mana pun berada adalah bahwa organisasi tempat kita berkhidmat, ruang transmisi nilai-nilai Keislaman, Keindonesiaan, Keumatan, dan Kesemestaan dalam fikrah Muhammadiyah, kini rumah belajar para pembaharu negeri itu telah berusia 113 tahun di Bulan Nopember 2025 pada kalender miladiah, sekali lagi wajib kita ucapkan alhamdulillahiladzi; binimatihi tatImu shsholihah.
Setiap rumah berjuang memiliki ciri keunikannya tersendiri (distingsi), dan satu hal yang selalu menarik dan kerap ditunggu di setiap perhelatan milad tahunan dan atau apapun momen penting di Muhammadiyah, adalah topik yang diusung dalam momentum penting tersebut. Tahun ini ternyata tema besar milad Muhammadiyah 113 adalah "Memajukan Kesejahteraan Bangsa". Tema ini sangat penting (crusial) sekaligus strategis secara prinsip (principal strategic).
Tema ini krusial karena telah menjadi impian panjang yang telah lama ditunggu oleh bangsa-negara secara institusional dan juga seluruh warga masyarakat di NKRI ini. Impian yang dimaksud antara lain adalah "kesejahteraan." Hadirnya kesejahteraan adalah sesuatu kondisi utama yang menjadi 'the ultimate concern' dalam bentuk rupanya secara hakiki. Kesejahteraan yang tentu tidak terjebak hanya soal material bendawi, ekonomik-duniawi atau politis semata, akan tetapi yang dimaksudkan kesejahteraan disini adalah kesejahteraan lahir dan bathin-spiritual hadir sekaligus, bersama-sama, dan dapat dinikmati semua kalangan.
Kesejahteraan menjadi jantung harapan, di saat tata nilai ketuhanan dalam segala ke-esa-annya yang telah dikotori segala nista dan kelaliman umat manusia, terutama tak satunya kata dan perbuatan, di tempat terdekat masih jauhnya panggang dari api perihal kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan yang hanya slogan, kesejatian musyawarah yang di anak tirikan, dan keadilan sosial esensi kesejahteraan yang hilalnya saja sulit terbit dalam alam nyata, maka disinilah kesejahteraan menjadi titik krusial untuk dihadirkan. Yakni situasi nyaman secara lahir bathin, yang walau berat tak berhenti diperjuangkan oleh Muhammadiyah dalam segala yang diusahakannya.
Tata nilai ideal sedang terus berhadap-hadapan dengan kuasa destruktif yang semakin menggila dalam segala aneka perilaku korup, kolutif, manipulatif, dan nepotis di segala penjuru. Sejahtera publik, sejahtera bangsa, bahkan sejahtera kesemestaan dikooptasi oleh sejahtera kelompok, oligarki, dan kaum borjuis, yang menjelma menjadi minoritas yang mayoritas, yang terlalu lama lupa dan melupakan bahwa semua kuasa itu akan ada habisnya dan pastilah kembali kepada pemilik syahnya, inna lillahi wainna ilahi roji'un.
Prinsip strategis dalam tema sejahtera, selain diawali kata 'memajukan' sebagai spirit utama Muhammadiyah dalam perisai Risalah Islam Berkemajuan, juga menjadi strategis jika tema ini hidup dan dihidupkan oleh semua warga persyarikatan. Sebab man ahyaha kaannama ahya an-nasa jami'a, "barang siapa yang memelihara seorang manusia, maka seakan-akan sedang memelihara kehidupan semua manusia" (Q.S. Al-Maidah:32).
Kesejahteraan adalah menghidupkan dan dihidupkan. Ada hidup ada mati, semua yang hidup akan mati. Kematian sudah pasti, sehingga tak usah minta mati atau berkata siap mati, atau mati-matian, sebab mati tanpa diminta atau kita lari menghindarinya, maka kematian itu pasti datang menghampiri bagi siapa saja. Berbeda dengan hidup, bahwa betul kehidupan adalah kuasa Allah, tapi kehidupan ini bisa menjadi hidup akan sangat tergantung kepada orang-orang yang telah diberi hidup tadi. Artinya kita semua, termasuk kader-kader Muhammadiyah wajib dan harus berjuang untuk menghidupkan kehidupan ini dalam makna menghidupkan nilai-nilai Islam ini sebenar-benarnya. Sejahtera dalam kehidupan ini tak lain adalah antara lain kita secara sadar dan sistematis terus memperjuangkan hadirnya kader-kader terbaik yang selalu menghidupkan agama dan menjaganya, menghidupkan nafs dan menjaganya, menghidupkan aqal dan menjaganya, menghidupkan keturunan/kaderisasi dan menjaganya, menghidupkan harta dan menjaganya, menghidupkan lingkungan dan menjaganya, dan menghidupkan serta menjaganya yang lain-lainnya. Sejahtera tetap strategis jika ada dalam proses hidup sampai proses itu berakhir. Disinilah pentingnya hadir tenaga inti, pasukan terlatih plus terdidik, yakni manusia permanen, tak lain dan tak bukan adalah kader-kader Muhammadiyah yang akan terus membela agama, kemanusiaan, dan Kesemestaan ini
Dua hal yang perlu mendapatkan perhatian sebagai penutup agar para kaum baharu tetap konsisten memperjuangkan kesejahteraan:
Pertama, perlawanan nyata terhadap mental block. Semangat menghidupkan kehidupan secara mendasar perlu diawali dengan cara berpikir besar berjiwa besar. Makna 'berpikir' adalah kesadaran dan keinginan membaca pesan Ilahi, memahami alur, dan mencari hikmah di setiap kejadian. Makna 'berjiwa' tentu saja dimaknai sebagai beragama itu sendiri, yakni ber Islam yang progresif, dinamis, dan selalu inovatif dengan terus beradaptasi dengan arah zaman. Adapun 'besar' dalam makna pikiran dan jiwa lapang serta selalu mau bertumbuh berkembang, siap dikoreksi, dikritik dan mengkritik, serta selalu siap berbagi ilmu dan amal kemajuan dalam bentuk nyata kepemimpinan yang melayani (servant leadershif). Disinilah pentingnya membuka mainset dalam mengidentifikasi diri dan organisasi tentang hambatan utama saat langkah dimulai. Mental block adalah keadaan umum sekaligus spesialis yang selalu menjadi 'barrier' ketika memulai amal. Rasa tidak percaya diri, ragu, labil, mudah rapuh, merasa lemah, pesimis, sampai situasi reaksioner adalah anasir-anasir sikap mental yang senantiasa menggejala dan menggurita. Inilah yang paling awal untuk segera diatasi. Landasan utamanya tentu saja iman dan taqwa sebagai fondasi yang ditanam kuat dalam melahirkan ilmu, amal, dan tanggung jawab sosial secara universal.
Kedua, upaya memperkuat kesadaran kolektif.
Hal berharga di saat manusia semakin terpolarisasi, terserak di makan zaman sebagiannya, dan sebagian lagi tidak mampu melawan digitalisasi plus kultus manusia atas manusia lain. Disinilah manusia permanen dituntut tampil mengembalikan khittoh manusia seutuhnya. Coba perhatikan pernyataan ini:
"I am because we are", sebuah filsafat Ubuntu (Afrika Kuno). Bahwa seseorang adalah manusia melalui orang lain. Makna dalam filosofi ini, hikmah nya ada kah ruang untuk bisa maju dan berkemajuan jika hanya sendiri, lalu mengandalkan "aku", ego sentrisme atau sekedar berkumpul dalam kelompok penyembah fanatisme buta?. Tentu tidak. Apalagi rumah besar Muhammadiyah dengan segudang sumber daya manusia yang beragam, luas bentang wilayah yang dihadapi, dengan segenap nilai keutamaan menjangkau kesemestaan, maka piranti utama yang perlu selalu dijaga, tak lain tak bukan hanyalah kebersamaan, kerelaan, dan jiwa jembar (inklusif konstruktif) dengan keikhlasan sebagai ruhiyahnya. Bersama saja berat, apalah pula jika bergerak sendiri. Bersama dengan satu tujuan tak mudah, apalagi ada gerak gunting dalam lipatan, ada hati yang tidak bertaut dan ada keyakinan (false believe) yang terus menggelora. Oleh karena itulah spirit kesadaran kolektif menjadi harapan bagi kukuh kuatnya semangat memajukan kehidupan, mensejahterakan hidup bangsa ini.
Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya. Inilah pernyataan sederhana, namun monumental agar asa tetap bisa dijaga, selalu ada harapan di masa depan, pun kesejahteraan bisa dihadirkan semampu dan sekuat kita karya kan. Akhirnya selamat bermilad Muhammadiyah, gerakan kita semuanya. Semoga berkah Ilahi melimpahi perjuangan kita sekalian. #tetapOptimis
Nasrun minallahi wa fathun qariib.
Pengaruh teknologi terhadap pelajar
Pengaruh teknologi terhadap pelajar sangat signifikan dan memiliki dampak positif serta beberapa tantangan. Teknologi telah meningkatkan aksesibilitas pendidikan, memungkinkan pelajar belajar kapan saja dan di mana saja lewat internet dan berbagai perangkat seperti komputer, smartphone, dan tablet. Dengan teknologi, pengalaman belajar menjadi lebih interaktif dan menarik melalui media pembelajaran digital, video, dan platform kolaboratif yang memfasilitasi interaksi antara pelajar dan guru di luar kelas fisik. Hal ini juga mendorong pembelajaran yang lebih personal dan adaptif sesuai kebutuhan masing-masing siswa.
Namun, penggunaan teknologi juga memiliki kelemahan seperti potensi ketergantungan, kurangnya interaksi sosial langsung, serta gangguan fokus belajar akibat distraksi dari perangkat digital. Dalam konteks ini, peran guru sangat penting untuk memastikan teknologi digunakan secara bijak dan efektif dalam mendukung proses belajar.
Secara garis besar, teknologi telah
membuka peluang besar bagi pendidikan yang lebih inklusif, efisien, dan
kreatif, serta mempersiapkan pelajar menghadapi tuntutan dunia kerja modern
dengan keterampilan digital yang memadai
Dampak Negatif Pengaruh teknologi
Penggunaan gadget yang berlebihan memberikan dampak negatif signifikan terhadap prestasi pelajar. Dampak utama meliputi penurunan konsentrasi dan fokus belajar, sehingga siswa kesulitan menyelesaikan tugas dan mempersiapkan ujian dengan baik. Banyak pelajar yang lebih memilih menggunakan gadget untuk bermain game, menonton video, atau berinteraksi di media sosial, yang mengurangi waktu belajar mereka secara efektif. Akibatnya, nilai akademik terutama pada pelajaran yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti matematika dan bahasa mengalami penurunan. Selain itu, penggunaan gadget yang terus-menerus juga menyebabkan gangguan waktu tidur, yang berkontribusi pada kelelahan dan ketidaksiapan siswa dalam proses belajar.
Dampak
sosial juga muncul berupa kurangnya interaksi sosial langsung dengan teman dan
keluarga, yang dapat menghambat perkembangan keterampilan sosial dan emosional
pelajar. Siswa yang kecanduan gadget cenderung menjadi lebih pendiam, menarik
diri, dan mengalami perubahan perilaku seperti mudah marah atau frustrasi ketika
akses gadget dibatasi. Hal ini juga berpotensi menimbulkan sikap melawan atau
ketegangan hubungan dengan orang tua dan guru.
Oleh
karena itu, pengelolaan penggunaan gadget secara bijak dan pembatasan waktu
yang tepat sangat diperlukan agar gadget dapat digunakan sebagai alat bantu
belajar tanpa
Pentingnya
Peran Orang tua
Peran
orang tua sangat penting dalam mencegah kecanduan gadget pada anak dengan
beberapa langkah kunci. Pertama, orang tua perlu membatasi waktu penggunaan
gadget anak agar tidak berlebihan, misalnya dengan menetapkan durasi harian
yang jelas dan konsisten. Kedua, orang tua harus aktif mengawasi jenis konten
dan aplikasi yang digunakan anak, memastikan konten tersebut sesuai usia dan
mendukung perkembangan positif anak. Ketiga, mengalihkan perhatian anak ke
aktivitas lain yang lebih sehat dan produktif seperti bermain di luar rumah,
membaca, atau kegiatan kreatif juga sangat dianjurkan.
Selain
itu, komunikasi efektif antara orang tua dan anak sangat dibutuhkan untuk
membangun kebiasaan digital yang sehat dan saling pengertian. Orang tua juga
harus menjadi contoh yang baik dalam penggunaan gadget, menghindari penggunaan
gadget sebagai pelarian, serta melibatkan keluarga dan lingkungan dalam
pembentukan kebiasaan digital anak. Pengawasan, pendampingan, dan pembatasan
yang dilakukan dengan penuh perhatian dapat mengurangi risiko dampak negatif
gadget dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Secara keseluruhan,
orang tua adalah garda terdepan dalam mengontrol penggunaan gadget agar anak
tidak kecanduan dan tetap fokus pada pendidikan dan perkembangan sosial
emosionalnya.
KEGIATAN UPDATE NIH
In syaa Allah nih, SMAMUJA ANYME, akan ngadain Workshop Eciprint, dalamm rangka hari batik Nasional, So siapkan dirimu, hati dan panca inderamu untuk ngikutin kegiatan hebat ini, so kalian semua bisa nambah-nambah elmu yang bermanfaat bagi kehidupan mu kelak. Aamiin

Selamat memasuki masa purna tugas, kami sangat menghargai kerja keras dan kontribusi yang telah diberikan. Semoga sukses selalu disegala bidang kehidupan. Bapak Drs Aang karyana, M.Pd kami ucapkan selamat dan terimakasih atas segala tanggung jawab dan komitmennya yang telah membersamai pendidikan khususnya di kabupaten Garut, Semoga menjadi amal ibadah yang sempurna di sisi Allah, dan Allah membalasnya dengan pahala yang sempurna di dunia sampai akhirat. Aamiin
Kegiatan Awal bulan Oktober tahun ini, dilaksanakan di TWA Kawah Talagabodas, Dalam acara ini sedikit berbeda, di awali pemberangkatan dengan hujan yang deras, tetapi tidak menurunkan semangat bersama untuk rapat karena sudah di komunikasikan dan disiapkeun segalanya, sehingga sebagai komitmen bersama, rapat di talaga bodas harus berlangsung, dan akhirnya bifadlillah berjalan dengan lancar.IKATLAH ILMU DENGAN MENULIS
(Rai Bhakti Juniar, S.Pd/Guru SMA Muhammadiyah Wanaraja)
Menulis merupakan sebuah aktivitas yang secara ilmiah terbukti memberikan banyak sekali manfaat. Segala ilmu pengetahuan yang kita dapatkan dari berbagai sumber akan menjadi semakin terasah dan tajam jika dituangkan dalam bentuk tulisan.Ada 2 pertanyaan umum yang bisa ditanyakan oleh seseorang yang ingin memperdalam dan memperkaya dunia tulis menulis, yaitu pertama:”apa yang harus dilakukan pertama kali untuk bisa menjadi seorang penulis?”. Dan, kedua, : “apa tips dan trik untuk menjadi seorang penulis?”
Ada banyak literatur how to bisa kita baca tentang keterampilan menulis, dan mayoritas dari literatur tersebut hanya memberikan 3 syarat dasar untuk menjadi seorang penulis, yaitu :
a. Mulai menulis
b. Mulai menulis
c. Mulai menulis
Betul, mulailah menulis. Tidak ada cara lain.
Hidupkan laptop anda dan buka aplikasi pengolah kata disana, atau ambil kertas kosong dan sebuah pulpen, lalu mulailah menuangkan segala yang ada dalam fikiran anda kedalamannya. Isilah halaman kertas kosong yang putih dihadapan anda menjadi sebuah halaman yang penuh dengan coretan. Itulah yang telah dilakukan oleh banyak penulis – penulis besar dengan karya mereka.
Wadah untuk belajar menulis bisa dimana saja, kertas putih sederhana, diary, aplikasi pengolah data, laman aplikasi media sosial yang kita miliki, blog, opini di surat kabar, artikel di Jurnal, publikasi lembaga, bahkan jika sudah menapak level yang lebih tinggi kita bisa menuangkan segala isi fikiran kita dalam sebuah buku.
Tidak ada jalan singkat untuk menjadi seorang ”penulis handal” (misalnya), semua butuh proses, dan kita pasti akan menempuh proses tersebut, dan kemudian belajar untuk menghargainya. Harapan besar bagi seorang penulis adalah hasil karyanya bisa dipublish dan dibaca oleh publik, dalam bentuk apapun. Akan tetapi, sebelum sampai kesana, semua tetap diawali oleh satu langkah kecil : Mulailah menulis.
Kemudian, setelah mencoba untuk mulai menulis, baru kita melihat hal lain, yaitu beberapa hal yang bersifat teknis yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan skill merangkai kata, demi kata, bait perbait, kalimat perkalimat dan sampai membuat paragraf dengan rangkaian kata. Dahulu waktu kita di sekolah dasar belajar yang namanya menulis karangan atau membuat cerita pendek, baik tentang liburan panjang sekolah atau sejarah Indonesia. Begitu pula ketika memasuki jenjang SMP dan SMA ada pelajaran menulis cerita pendek, menulis berita, opini dan lainnya. Hal inilah kalau kita latih secara terus menerus dengan menulis, akan melatih kita berfikir secara luas lagi, baik ide, gagasan, wawasan.
So ......teman-teman mari kita senantiasa berlatih menulis, ikatlah ilmu dengan tulisan. Seperti halnya yang tadi saya bahas, mulai menulis, mulai menulis, mulai menulis, betul mulailah menulis tidak ada cara lain dan teruslah berlatih menulis sehingga menjadi catatab penting dalam hidup kita. “Ikatlah Ilmu Dengan Tulisan”,
ISLAMIC MOTIVATION SMA MUHAMMADIYAH WANARAJA
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, SMA Muhammadiyah Wanaraja menyelenggarakan kegiatan Islamic Motivation yang dilaksanakan pada hari Selasa, 30 September 2025, bertempat di Aula SMA Muhammadiyah Wanaraja. Kegiatan ini merupakan bentuk syiar Islam serta upaya untuk meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Acara ini diikuti oleh seluruh dewan guru beserta keluarga, seluruh siswa SMA Muhammadiyah Wanaraja, serta orang tua/wali siswa. Kehadiran seluruh elemen sekolah ini menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekhusyukan, menambah kekhidmatan dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Mengangkat tema motivasi Islami, kegiatan ini menghadirkan narasumber istimewa, yaitu Ust. IPTU Umar Taufik, S.Sos.I, yang saat ini menjabat sebagai Kanit Bantibmas Polres Garut. Dalam kajian yang beliau sampaikan, Ust. Umar Taufik mengajak seluruh peserta untuk meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam membangun akhlak mulia, semangat kejujuran, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendekatan spiritual dan sosial yang santun.
Suasana acara berlangsung dengan penuh antusias dan kekhidmatan. Peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh semangat, terlihat dari interaksi yang aktif selama sesi motivasi dan tanya jawab. Kehadiran orang tua/wali siswa juga menjadi momen penting dalam mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga, membangun sinergi dalam membentuk karakter Islami bagi siswa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga SMA Muhammadiyah Wanaraja dapat semakin mencintai Rasulullah SAW dan menjadikan beliau sebagai suri teladan dalam kehidupan. Semoga peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta semangat dalam menuntut ilmu dan berbuat kebaikan.
Selain kegiatan kajian, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan kegiatan rapat Awal Bulan sebagai kegiatan rutinitas Awal bulan sebagai evaluasi dan kordinasi kerja seluruh tenaga pendidik di SMA Muhammadiyah Wanaraja. Dan juga sekaligus sebagai kegiatan pengimbasan bagi guru-guru yang telah mengikuti kegiatan pengembangan pembelajaran.
WUKUF 2025 HIZBUL WATHAN QABILAH SMA MUHAMMADIYAH WANARAJA
WUKUF 2025
Dengan mengusung tujuan Wukuf tahun ini: "Mandiri dalam Tindakan, Hebat dalam Perbuatan", perkemahan ini dirancang untuk membentuk kader Hizbul Wathan yang tangguh, berdaya juang tinggi, memiliki semangat gotong royong, dan berjiwa pemimpin yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Kegiatan perkemahan ini diisi dengan berbagai agenda seperti upacara pembukaan dan penutupan, penguatan materi kepanduan, pembinaan akhlak dan spiritual, aktivitas lapangan (outbound, jelajah alam), api unggun dan pentas seni, serta kegiatan wukuf sebagai momen refleksi diri. Selain itu, peserta juga terlibat dalam aksi sosial dan peduli lingkungan sekitar lokasi perkemahan.
Melalui perkemahan ini, diharapkan para peserta dapat mengalami pembelajaran yang bermakna, tidak hanya secara intelektual dan fisik, tetapi juga secara emosional dan spiritual. Peserta diharapkan pulang dengan semangat baru untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, serta mampu memberikan kontribusi positif di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
DO'A BRIEFING PAGI
DO’A BRIEFING PAGI
SMA MUHAMMADIYAH WANARAJA
YA ALLAH…
Terimakasih Atas nikmat-Mu hari ini,
Bersihkanlah hati kami, pikiran kami dari kekhawatiran
yang tidak perlu
Agar kami penuh dengan upaya terbaik
Yang kemudian membaikan ilmu dan rezeki kami.
Mohon lancarkanlah urusan kami hari ini,
Besarkanlah hasilnya, Mampukanlah kami menyelesaikan Semua
yang kami rencanakan,
Jadikanlah hari ini menjadi pembuka jalan
Menuju hari-hari yang mapan, sejahtera, berkah bagi
diri, keluarga dan peserta didik kami.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ
أَنَّكَ أَنْتَ اللَّه لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ
يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ
وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ
وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ
بِسْمِ اللَّهِ
الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ
وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن
ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
اللهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا،
وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
اَللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا
وَحِكْمَةً وَأَهْلِهِمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَاَصْلِحْهُمْ وَاَصْلِحْ بِهِمُ
الْأُمَّةَ
اَللَّهُمَّ
اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلًا حَاذِقًا وَعَالِمًا عَامِلًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
TINJAUAN HOLISTIK AMALAN SAAT GERHANA DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Berikut adalah narasi yang lebih komprehensif dan akademis mengenai tujuh amalan saat gerhana berdasarkan hadis Shahih al-Bukhari, dengan perspektif holistik. Fokusnya adalah pada shalat secara umum, tanpa mengaitkannya dengan shalat gerhana:
سَبْعَةُ أَشْيَاءَ أَمَرَ النَّبِيُّ ﷺ بِهَا عِنْدَ الخُسُوفِ وَكُلُّهَا ثَابِتَةٌ فِي صَحِيحِ البُخَارِيِّ، وَهِيَ :
الصَّلَاةُ، الدُّعَاءُ، الاسْتِغْفَارُ، التَّكْبِيرُ، الذِّكْرُ، الصَّدَقَةُ، العِتْقُ.
Terdapat tujuh hal yang diperintahkan oleh Nabi ﷺ ketika terjadi gerhana, dan semuanya terdapat dalam Shahih al-Bukhari, yaitu:
1. Shalat
2. Berdoa
3. Beristighfar
4. Bertakbir
5. Berdzikir
6. Bersedekah
7. Memerdekakan budak
TINJAUAN HOLISTIK AMALAN SAAT GERHANA DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Dalam tradisi Islam, fenomena gerhana bukan sekadar peristiwa alamiah, melainkan juga momen refleksi spiritual dan peningkatan kualitas diri. Hadis-hadis sahih, termasuk yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, menguraikan serangkaian amalan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad ﷺ saat terjadi gerhana. Amalan-amalan ini tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga mengandung dimensi sosial, etika, dan spiritual yang mendalam.
- Shalat
- Dimensi Ritual: Shalat adalah fondasi utama dalam Islam, menjadi tiang agama yang menopang kehidupan seorang Muslim. Lebih dari sekadar serangkaian gerakan dan bacaan, shalat adalah manifestasi ketaatan total kepada Allah. Setiap gerakan, dari takbiratul ihram hingga salam, mencerminkan kepatuhan dan penyerahan diri kepada Sang Pencipta.
- Dimensi Spiritual: Shalat adalah momen intim antara seorang hamba dan Tuhannya. Di dalamnya, seorang Muslim berdialog langsung dengan Allah, menyampaikan segala keluh kesah, harapan, dan syukur. Shalat adalah oase spiritual yang menyegarkan jiwa dan membersihkan hati dari segala noda.
- Dimensi Sosial: Shalat berjamaah adalah simbol persatuan dan kesetaraan dalam Islam. Ketika Muslim berdiri berdampingan, tanpa memandang status sosial, ras, atau warna kulit, mereka menciptakan ikatan persaudaraan yang kuat. Shalat berjamaah juga melatih disiplin dan kepatuhan terhadap pemimpin.
- Dimensi Etika: Shalat yang khusyuk dan berkualitas akan memancarkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. Seorang Muslim yang menjaga shalatnya akan terhindar dari perbuatan keji dan munkar, serta senantiasa berusaha untuk berbuat baik kepada sesama.
2. Doa
- Dimensi Spiritual: Doa adalah senjata seorang Muslim. Dengan berdoa, seorang hamba memohon pertolongan, ampunan, dan rahmat dari Allah. Doa adalah ungkapan ketergantungan total kepada Sang Pencipta dan keyakinan bahwa hanya Dia yang mampu memberikan segala yang dibutuhkan.
- Dimensi Psikologis: Doa memberikan ketenangan batin dan harapan di tengah kesulitan hidup. Ketika seorang Muslim berdoa, ia merasa lebih kuat dan yakin bahwa Allah senantiasa bersamanya.
3. Istighfar
- Dimensi Etika: Istighfar adalah pengakuan atas dosa dan kesalahan yang telah diperbuat. Ini adalah langkah awal untuk memperbaiki diri dan kembali ke jalan yang benar. Istighfar membersihkan hati dari noda-noda dosa dan membuka pintu ampunan Allah.
- Dimensi Spiritual: Istighfar adalah ungkapan penyesalan yang mendalam atas segala perbuatan buruk. Dengan beristighfar, seorang Muslim berharap dapat meraih ampunan Allah dan memulai lembaran baru yang lebih baik.
4. Takbir
- Dimensi Teologis: Takbir adalah ungkapan pengagungan kepada Allah. Mengucapkan "Allahu Akbar" mengingatkan bahwa Allah adalah yang Maha Besar dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Takbir membangkitkan semangat dan keyakinan dalam hati seorang Muslim.
- Dimensi Sosial: Mengumandangkan takbir secara bersama-sama menciptakan suasana persatuan dan kebersamaan di antara umat Muslim. Takbir adalah simbol kemenangan dan kebanggaan atas agama Islam.
5. Dzikir
- Dimensi Spiritual: Dzikir adalah aktivitas mengingat Allah dalam setiap keadaan. Dengan berdzikir, hati menjadi tenang dan pikiran menjadi jernih. Dzikir adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih kebahagiaan sejati.
- Dimensi Psikologis: Dzikir membantu mengurangi stres dan kecemasan, serta meningkatkan kesadaran diri. Dzikir adalah terapi jiwa yang menenangkan dan menyegarkan.
6. Sedekah
- Dimensi Sosial: Sedekah adalah wujud kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan. Dengan bersedekah, seorang Muslim berbagi rezeki yang telah diberikan Allah dan membantu meringankan beban orang lain.
- Dimensi Ekonomi: Sedekah dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sedekah adalah investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir.
7. Memerdekakan Budak
- Dimensi Etika: Memerdekakan budak adalah tindakan mulia yang membebaskan manusia dari penindasan dan perbudakan. Meskipun praktik perbudakan klasik sudah tidak ada, semangat membebaskan manusia dari segala bentuk penindasan tetap relevan.
- Dimensi Sosial: Tindakan ini mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan universal dan penghargaan terhadap martabat manusia. Membantu orang lain keluar dari kesulitan adalah bentuk modern dari memerdekakan budak.
Relevansi di Indonesia, khususnya Jawa Barat
Di Indonesia, khususnya Jawa Barat, amalan-amalan ini memiliki relevansi yang kuat dengan nilai-nilai budaya dan agama yang dianut oleh masyarakat. Shalat dilaksanakan sebagai kewajiban sehari-hari, doa dan dzikir dipanjatkan dengan khusyuk, sedekah diberikan kepada yang membutuhkan, dan semangat membebaskan manusia dari penindasan diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Kesimpulan
Amalan-amalan saat gerhana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ bukan sekadar respons terhadap fenomena alam, melainkan juga panggilan untuk meningkatkan kualitas spiritual, etika, dan sosial. Dengan melaksanakan amalan-amalan ini secara holistik, umat Muslim dapat meraih keberkahan dari Allah, mempererat tali persaudaraan, dan berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang adil dan sejahtera.
RAPAT DAN PENGIMBASAN PEMBINAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
PEMBINAAN DAN RAPAT AWAL BULAN
Jenis kegiatan yang dilaksanakan
meliputi:
1. Evaluasi Program
Kegiatan Bulan Agustus,
di mana seluruh peserta rapat bersama-sama meninjau pelaksanaan program kerja
yang telah dilakukan selama bulan sebelumnya. Evaluasi ini bertujuan untuk
mengetahui capaian, hambatan, serta perbaikan yang perlu dilakukan ke depan.
2. Pengumuman Guru Hebat dengan 100 % dalam kegiatan full di
bulan Agustus
3. Laporan Jurnal
Harian Guru dan Wali Kelas,
sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan tugas harian serta
kondisi kelas. Guru dan wali kelas menyampaikan progres kegiatan, dinamika
peserta didik, serta upaya pembinaan yang telah dilakukan.
4. Sharing Time:
Berbagi Kebaikan,
sesi ini diisi oleh beberapa guru yang telah mengikuti kegiatan pelatihan pembelajaran mendalam, menjadi wadah berbagi inspirasi dan praktik baik antar guru terkait
program-program unggulan yang telah berhasil diterapkan sehingga tercapai pembelajaran mendalam. Tujuannya adalah
menumbuhkan semangat kolaborasi demi mewujudkan sekolah yang
aman, nyaman, dan menyenangkan.
5.
Pembinaan
Pembelajaran Mendalam
oleh Bapak
Dr. Sandra Yusepana, M.Pd, selaku Pengawas Bina SMA
Muhammadiyah Wanaraja. Dalam sesi ini, beliau memberikan pembinaan terkait
strategi dan pendekatan pembelajaran yang mendalam (deep learning), yang
diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah.





























.jpeg)





















